Ramadan Penuh Berkah Dengan Ibadah dan Sedekah Walaupun Bersama Wabah
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarrakatuh
Hai sahabat aktivis...
Sorry nih baru posting lagi setelah berapa lama vakum ... asik vakum, kok bisa ? Sedikit curhat aja nih untuk ramadan tahun ini, mengenai pacar aku. Sekarang aku lagi cerita, ceritanya lagi bersama pacar aku, pacar? iya yang sekarang lagi kambuh... kambuh? iya kalo lagi ngetik seperti sekarang ini dia sudah mulai tidak terkontrol lagi. Pertama, kursornya bergerak sendiri dengan tiba-tiba. Kedua, sering ngga merespon dan tentunya suka buat kesel. Ketiga, dia suka lemot pas aku on kan. Terakhir kalo listrik padam maka tamatlah riwayat hidupnya... wkwkwk
Nah..itu deh alasan aku baru post hehe garing ya? iya garinglah masa ngga...tapi ngena ngga sih bagi mahasiswa semester akhir, yang relate comment ya...
Jadi, aku mau cerita sedikit serius nih mengenai makna aktivis, ibadah dan sedekah.. Apa hubungannya ya?
Pertama, aktivis kalo menurut kamus aku ialah individu yang ngga pasif hihi, maksudnya bukan mahasiswa aja yang bisa dikatakan aktivis tapi setiap individu yang berperan aktif baik secara pemikiran maupun tindakannya. Mau aku kasih contoh? Misalnya,aku punya teman yang sedikit autis, dalam artian ngga perduli lingkugan dan orang lain disekitarnya. Nah, aku mengetahui itu, lalu apa yang harus aku lakukan? Kalo kamu jadi aku apa yang akan kamu lakukan? Pilihannya diam atau ajak buka puasa bareng terus ngobrol? Nah, aktivis juga begitu mau aktif atau pasif itu pilihan, jangan sampai ikutan menganggap didunia ini cuma kamu aja mahkluk hidupnya wkwkwk Jadi jangan serius amat. Kalo menurut aku jadi aktivis pun sudah termasuk sedekah dan sedekah adalah ibadah. Jadi ??? Menjadi aktivis yang bermanfaat dan disiplin secara tidak langsung ia beribadah. Karena ibadah bukan perkara hubungan kita dengan Allah atau Tuhan kita ya..nah kalo soal ibadah itu aku bukan pakarnya.. sahabat aktivis bisa cari tahu kepada pakarnya atau baca pada sumber yang benar.
Kedua, apa hubungannya dengan bulan ramadan? Jadi, bulan ramadan tahun ini masih terasa berkahnya walaupun bersama wabah.. wabah korona ya kan? Semua kegiatan yang melanggar protokol kesehatan tentunya harus dijauhi ya solusi kegiatan daring yaitu dalam jaringan. Tapi tidak menutup pintu atau jalan para aktivis tentunya aktivis kemanusiaan. Sahabat aktivis perlu tahu, masih banyak teman-teman kita yang masih konsisten dalam bergiat utamanya edukasi. Hmmm Walaupun didalam kesibukannya mereka masih bisa menyempatkan paling tidak beberapa kali mengedukasi baik edukasi kebencanaan maupun protokol kesehatan itu sendiri. Bagaimana caranya? media solusinya untuk saat ini...
Media? media dikamusku adalah NIAT, RENCANA dan SUMBER DAYA baru deh bentuk medianya MEDIA SOSIAL dan MEDIA MASA.. nah SAHABAT AKTIVIS boleh sekali berpandangan dan menafsirkan apa itu media, tapi ini hanyalah sekedar pandangan dan pemikiranku sendiri. Beginilah cara pandangku terhadap media. Kalo ada masukan sangat aku terima, boleh langsung komen, DM instagramku (@nici_jr) atau kirim email ke ( nicijarsi@gmail.com ) okee kita bisa sharing dan diskusi juga atau mau mengajak kerjasama juga boleh..ditunggu ya. Eh disini bukan mahasiswa aja tapi umum atau bahkan bapak ibu dosen juga boleh. Terimakasih..
Nah mana berkahnya? ya aku lah yang merasakannya... mulai diundangnya beberapa kali ke radio yang tentunya radio yang ternama dongnya hehe RRI Bengkulu mantap cam ko haaa... Kebetulan sihh itu dalam rangka HARI KESIAPSIAGAAN BENCANA NASIONAL. Maaf sepertinya teman-teman bisa lihat sendiri di media sosial RRI ya yang aku tidak bisa ceritakan secara detail pembahasannya yang pasti mengenai apa itu UKM yang aku ikuti, sejarahnya dan kegiatannnya yang tidak jauh dari edukasi. Sahabat aktivis juga bisa cek instagramnya (@kiaisoedjak) ya begitulah dan kegiatan terakhir itu dari UKM TANGGAP BENCANA KIAI SOEDJAK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU. Mengapa? karena walaupun sedikit aktornya tetap nilai dan niatnya tersampaikan dengan diterimanya di masjid Muhammadiyah Nurul Iman Penurunan Kota Bengkulu. Jadi kegitannya adalah berbakti-berbagi takjil sambil mengaji dan tidak berbagi takjil saja. Karena ditambahkan juga sedikit masker dan handsanitizer yang difasilitasi oleh Muhammadiyah baik dari Relawan Muhammadiyah, Muhammadiyah Disaster Management Center Bengkulu, Muhammadiyah Covid19 Command Center Bengkulu maupun Pimpinan Muhammadiyahnya. Tentunya tidak luput dukungan dari berbagai pihak yang berada dibelakangnya hehe.. bisa disebut HAMBA ALLAH... pahamlah ya maksudnya..(5/5/2021) NJ
oke berkah lainnya apa? Tentunya selalu diberi kemudahan dalam hal apapun itu.. PERCAYALAH.. aku sudah membuktikannya...di episode berikutnya akan aku ceritakan apa saja kemudahan yang pernah aku alami...
Pada episode ini mohon maaf sebesar-besarnya karena tulisan ini jauh dari kata sempurna atau bahkan nilainya... tapi jangan lihat kekurangannya melainkan niat dan tujuannya... karena disini saya hanya untuk menginspirasi sahabat aktivis dan mengajak untuk terus belajar,berkarya dan bermanfaat. Dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sudah membaca catatan aktivis yang kali ini lumayan tidak aku koreksi lagi penulisan dan bahasanya sedikit tidak baku..wkwkwk... SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN. FASTABIQUL KHOIROT...
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Mohon maaf lahir dan batin...
TTD
Nici Jarsi




Wah curhatannya menghibur & menambah wawasan sekali kak Nici, semangat yaaa!
ReplyDeleteWah siap kak Riga
DeleteMantul semoga menginspirasi banyak orang ci,,semangatt trs
ReplyDeleteAamiinn...Thanks kak Rizky
DeleteKita sama-sama memahami bahwa hidup ini sangat singkat, maka buatlah kita bermanfaat dan terlibat dalam hal baik.
ReplyDeleteAamiinn...
Deletesangat menginspirasi, semangat berlomba dalam kebaikan.
ReplyDeletekeep posting.
Thanks sobat catatanDroid
DeleteSangat bagus, menginspirasi kita semua
ReplyDelete