Pertemuan Ilmiah Muhammadiyah Special Sesion Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kegiatan Pertemuan Ilmiah tahunan Muhammadiyah ini merupakan PIM pertama yang
diikuti oleh banyak Relawan Muhammadiyah dari berbagai daerah Se- Indonesia mulai dari
Ortom, Amal Usaha Muhammadiyah, maupun Lembaga- lembaga Muhammadiyah lainnya.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan sesi kelas pada tanggal 30 Januari 2020,
kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan PIM Kebencanaan.
Kegiatan PIM Kebencanaan kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional dengan
pembicara pertama Demisioner kepala BNPB Prof Dr. Syamsul Maarif, M.Si, pembicara
kedua merupakan ahli bidang geotehnik Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, ST.,MT.,Ph.D., IPM.,
ASEAN Eng.dan pembicara ketiga adalah wakil ketua MDMC Rachmawati Husein, Ph.D.
Setelah seminar para peserta PIM KEBENCANAAN melanjutkan pada sesi kelas yang
terdiri dari 5 kelas yaitu Rumah sakit aman bencana ( RSAB), Satuan Pendidikan Aman
Bencana ( SPAB ), Dampak Perubahan Iklim, Masyarakat Tangguh Bencana ( Mastana ) dan
KKN Tematik PRB.
Dalam kelas RSAB ini terdiri dari 4 materi yaitu :
Dr. Joko Murdianto, SpAn MPH dengan materi Aspek – Aspek Akreditasi Rumah Sakit
Dalam Tema Kebencanaan. Dalam materi ini membahas tentang pengelompokan, diklat
manajemen risiko fasilitas dan Peraturan Perizinan yang mana ini merupakan syarat
akreditasi rumah sakit agar legal dan bisa dipertanggungjawabkan jika ada hal yang tidak
diinginkan terjadi.
Dr. Tri Yunanto Arliono, SpEM dengan materi Model RPBRS (Rencana
Penanggulangan Bencana Rumah Sakit). Dalam hal ini pemateri menjelaskan bahwa
rumah sakit aman bencana harus memiliki kebijakan,panduan atau pedoman, langah-langkah
teknis dan langkah-langkah administrasi yang dalam hal ini sering disebut SOP. Dalam hal
ini perlunya ada dokumen resmi, dokumen tersebut berisi profil Rumah sakit, profil risiko
bencana rumah sakit.
Profil komunitas lingkar RS. Rumah sakit aman bencana juga harus
memiliki yang namanya rencana pencegahan,Kesiapsiagaan guna meningkatkan kapasitas
dengan kerjasama, rencana penanggulangan saat bencana, serta rencanan pemulihan pasca
bencana.
Sri atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosidi, S.T.,M.Sc.Eng.,PG-Certf.,Ph.D., dengan
materi Konsep Desain Rumah Sakit Ramah Bencana Gempa Bumi. Untuk membangun
rumah sakit yang aman bencana tentunya memiliki banyak hal yang harus dipertimbangkan
dan harus dipersiapkan mulai dari kajiannya hingga perencanaan. Seperti menganalisis atau
mengkaji ancaman,kerentanan, melihat luasan, serta lokasi yang kita ingin bangun rumah
sakit demi tujuan keselamatan. Bentuk bangunan juga bisa mempengaruhi, untuk itu
bangunan harus dibuat dengan sesederhana mungkin.
Dr . Ahmad Muttaqin ‘Alim, Sp.An,M.Sc.DM (EMDM) dengan materi Kewajiban
Rumah Sakit Dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan Saat Bencana Sesuai
Kemampuan. Materi disampaikan hampir keseluruhan oleh pemateri sebelumnya sehingga
disisni pemateri menjelaskan proses sejarah muhammadiyah mulai menerapkan system
rumah sakit aman bencana. Disampaikan sejarah sebelum tahun 1990an sampai sekarang.
Dengan banyak sekali model system dirumah sakit,serta membandingkan rumah sakit
Muhammadiyah dengan rumah sakit lainnya. Serta membahas tentang penyusunan
pegesahan,lokakarya, skill drill(gladi ruang, gladi lapang) dan simulasi dengan draf, RPBRS
dan di uji.
Pada malam harinya anggota UKM Kiai Soedjak bersama para relawan mengikuti
kegiatan panggung relawan di malam harinya, di kegiatan ini para relawan menyampaikan
cerita - cerita selama menjadi relawan Muhammadiyah.
Nashrun Minallah Wa Fathun Qarib
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Comments
Post a Comment