Respon Bencana Pasca Tsunami Raja Basa Lampung Selatan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kegiatan
respon bencana terjauh bagiku yaitu di ujung selatan pulau Sumatera pada 30 Februari berangkat dari
Bumi Raflesia hingga 8 Maret tiba kembali di Kota Bengkulu. Perjalanan yang
sangat panjang pada 30 Februari – 1 Maret 2019 dengan menelusuri jalan lintas
sumatera dengan mengendarai si roda empat yang disupir kan serta beberapa
rekanku. Pukul 15.00 WIB aku berangkat dari Bengkulu menuju Lampung Selatan.
Dengan detak jantung yang berdegup kencang kuucapkan doadidalam hati agar
selamat sampai tujuan, dengan membawa niat yang baik,tekad yang kuat dan tujuan
yang mulia aku ihklaskan beberapa waktuku untuk melihat dunia luar
yangsebenarnya jauh dari keadaan kampusyang hampir setiap hari penuh tugas dan
pengajaran dari dosen. Aku belum bisa memikirkan keadaan dan susasana disana,suasana
pasca bencana tsunami lampung.Dengan sedikit bekal ilmu yang seadanya dan
beberapa pengalaman yang baru kupikir bisa membantuku untuk menyesuaikan diri dengan
susasana yang masih membuatku penasaran. Sungguh berat dipertengahan jalan aku
mulai merasakan kembung dan mmengeluarkan keringat dingin seperti biasa jika
diriku diperjalanan yang jauh pasti seperti ini,dikarenakan bau kimia pengharum
yang ada didalam mobil sangat tidak membuatku nyaman mengakibatkan mual dan
membuang banyak plastik dari dalam mobil dan ini membuatku kekurangan cairan
dan menjadi tidak fit saat tiba di Lampung Selatan.
Setibanya
di Bandar Lampung pukul 03.00 dini hari aku dan kedua rekanku dijemput oleh tim MDMC
yang sudah tiba sehari sebelum kami bertiga, karena kami bertiga berangkat
dengan menggunaan jasa antar yaitu dengan menaiki mobil travel. Kami dijemput dan kemudian singgah
di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kalianda, Lampung Selatan yang digunakan
juga sebagai poskor bencana tsunami beberapa waktu lalu, pada pukul 10.38 untuk
beristirahat dan melemaskan otot tubuh serta memulihkan tenaga. Kemudian pukul
13.23 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Banding Raja Basa Lampung
Selatan tepatnya di Rumah salah satu warga yaitu rumah nenek Saripah. Kami tiba disana
pukul 15.12 WIB dan mulai bergegas membereskan tas dan barang yang kami bawa
di dalam mobil serta beristirahat kembali setelah mengobrol berkenalan beberapa
saat dengan keluarga nenek saripah.dirumah ini kami diberi dua kamar satu untuk
tim MDMC laki-laki dan yang satu lagi untuk perempuan. Kami adalah tim MDMC Bengkulu yang
berjumlah 6 orang. Pada hari itu 2 orang
rekan kami sudah melakukan persiapan untuk kegiatan besar dan beberapa program
kami yaitu memesan banner, konsumsi dan keperluan kami selama 10 hari disana.
Kegiatan yang akan dilaksanakan selama respon pasca bencana tsunami terdiri dari beberapa program yaitu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Muhammadiyah 1 Raja
Basa, Education In Emergency dan Jamaah Tangguh Bencana serta kegiatan kecil
lainnya seperti pengajian, mengajar ngaji anak - anak Desa Banding dan membantu
warga desa setempat.
“Pengalaman
ini sangat berkesan dan tidak akan bisa terlupakan. Terimakasih yang sudah
membacanya, namun saya belum bisa menceritakannya secara detail. Bagi yang mau detail, yok!! kita ngobrol dan sharing pengalaman melalui Instagram pribadiku @nici_jr”.
JANGAN LUPA BERMIMPI
DIWUJUDKAN! 😁
_________________
Author: Nici Jarsi
_________________
INSTAGRAM:
Comments
Post a Comment